Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan
Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan
Menolak permintaan seorang tamu, adalah perbuatan yang dianggap kurang sopan oleh sebagian orang jepang alasannya?
Sebagai contoh seorang tamu (tamu B) hendak datang berkunjung pada bulan Januari. Para professor mengatakan tidak bisa sebab ada tamu (tamu A) lain yang akan berkunjung. Maka tamu B kemudian menanyakan bagaimana kalau bulan Februari ? Professor menjawab bahwa bulan tersebut mereka sibuk. Lalu tamu B kembali menawarkan bagaimana jika bulan Maret ? Maka…dengan sangat terpaksa para professor menerimanya, sebab pantang bagi mereka untuk menolak yang ketiga kalinya.
Saya baru mengetahui bahwa apabila orang Jepang sudah menyatakan keberatan (penolakan dua kali) maka itu artinya mereka benar-benar tidak bisa (menolak, enggan), setelah salah seorang professor menjelaskannya. Tetapi orang asing (tamu) kadang-kadang tidak memahami ini dan tetap menggebu-gebu ingin berkunjung. Sedangkan bagi orang Jepang, tamu harus dihormati seperti raja. Mereka harus dijamu dengan makanan yang serba enak, disiapkan penginapan yang layak, dan diajak plesir. Inilah yang menyita waktu. Tugas-tugas mengerjakan penelitian dan mempersiapkan paper-paper menjadi terhambat karena harus menemani tamu wawancara dan mengunjungi sekolah-sekolah.
Menolak permintaan seorang tamu, adalah perbuatan yang dianggap kurang sopan oleh sebagian orang jepang alasannya?Sebagai contoh seorang tamu (tamu B) hendak datang berkunjung pada bulan Januari. Para professor mengatakan tidak bisa sebab ada tamu (tamu A) lain yang akan berkunjung. Maka tamu B kemudian menanyakan bagaimana kalau bulan Februari ? Professor menjawab bahwa bulan tersebut mereka sibuk. Lalu tamu B kembali menawarkan bagaimana jika bulan Maret ? Maka…dengan sangat terpaksa para professor menerimanya, sebab pantang bagi mereka untuk menolak yang ketiga kalinya.
Saya baru mengetahui bahwa apabila orang Jepang sudah menyatakan keberatan (penolakan dua kali) maka itu artinya mereka benar-benar tidak bisa (menolak, enggan), setelah salah seorang professor menjelaskannya. Tetapi orang asing (tamu) kadang-kadang tidak memahami ini dan tetap menggebu-gebu ingin berkunjung. Sedangkan bagi orang Jepang, tamu harus dihormati seperti raja. Mereka harus dijamu dengan makanan yang serba enak, disiapkan penginapan yang layak, dan diajak plesir. Inilah yang menyita waktu. Tugas-tugas mengerjakan penelitian dan mempersiapkan paper-paper menjadi terhambat karena harus menemani tamu wawancara dan mengunjungi sekolah-sekolah.
Sebagai contoh seorang tamu (tamu B) hendak datang berkunjung pada bulan Januari. Para professor mengatakan tidak bisa sebab ada tamu (tamu A) lain yang akan berkunjung. Maka tamu B kemudian menanyakan bagaimana kalau bulan Februari ? Professor menjawab bahwa bulan tersebut mereka sibuk. Lalu tamu B kembali menawarkan bagaimana jika bulan Maret ? Maka…dengan sangat terpaksa para professor menerimanya, sebab pantang bagi mereka untuk menolak yang ketiga kalinya.
Saya baru mengetahui bahwa apabila orang Jepang sudah menyatakan keberatan (penolakan dua kali) maka itu artinya mereka benar-benar tidak bisa (menolak, enggan), setelah salah seorang professor menjelaskannya. Tetapi orang asing (tamu) kadang-kadang tidak memahami ini dan tetap menggebu-gebu ingin berkunjung. Sedangkan bagi orang Jepang, tamu harus dihormati seperti raja. Mereka harus dijamu dengan makanan yang serba enak, disiapkan penginapan yang layak, dan diajak plesir. Inilah yang menyita waktu. Tugas-tugas mengerjakan penelitian dan mempersiapkan paper-paper menjadi terhambat karena harus menemani tamu wawancara dan mengunjungi sekolah-sekolah.
Sopan Santun Orang Jepang Yang Berlebihan









